Kamis, 12 Agustus 2010

Kalian Kan Udah Dewasa, Dek!


Mumpung lagi masa penerimaan ataupun orientasi mahasiswa baru nih, postingan saya bakal beraroma ospek.
Kok judulnya nantangin gitu?
Ahh.
Pura-pura gak tau deh.
Itu kan kata-kata yang sering kita denger kalo lagi ospek, apalagi ospek mahasiswa baru.
Atau jangan-jangan, itu kata-kata yang sering Anda ucapkan??
Hayooo ngakuuuu...

Terus masalahnya di mana??
Di hatimu.
Enggak denk.
Di sini lho. Di 'Selengkapnya'. Klik dah.

Nih, contoh kasusnya.

Ada deretan peraturan ketat di ospek. Kita ambil contoh: harus hadir dalam semua rangkaian acara. Semua rangkaian acara, baik yang agak berguna, yang tidak berguna, yang agak menyiksa, ataupun yang menyiksa. Nah, misalnya ada junior atau anak baru yang merasa ada acara yang tidak penting, tidak ia sukai atau bahkan dirasa tidak berguna sama sekali. Si junior atau anak baru itu pun tidak menghadiri acara tersebut. Terus sang kakak senior dengan (sok) gagah dan (sok) galak, mendatangi sambil menegur/mengatakan,
"Kamu kan udah dewasa dek! Harusnya kamu nggak usah disuruh-suruh lagi dong untuk datang ke acara itu! Harusnya kamu nggak perlu dikasihtau lagi kan tentang peraturan itu!".

Saya stop sampai di situ ya. Udah ada yang ngerasa ganjil? Atau ngerasa genap? Atau ngerasa prima? Atau ngerasa desimal? (dikata bilangan)

Nah lho.
Di awal si senior bilang kalo si junior udah dewasa.
Tapi selanjutnya dia bilang "nggak usah disuruh-suruh" dan "nggak perlu dikasihtau lagi" yang berarti mau nggak mau, suka nggak suka, si junior harus menuruti apa kata senior. Menuruti peraturan yang disusun oleh para senior sambil bercanda, tertawa, dan makan kacang atom. Peraturan yang disusun oleh manusia biasa yang nggak jauh beda usianya dari junior, cuma emang sih, dia (senior) lebih duluan hidup di dunia ini, atau bisa lebih tepatnya, lebih duluan sekolah/kuliah di tempat itu.
Si junior dipaksa oleh senior.
Lah, katanya udah dewasa?
Harusnya si junior juga berhak dong milih jalan hidupnya sendiri, milih apa yang dia rasa baik atau enggak buat dia. Harusnya kalo udah dewasa nggak boleh dijadiin kebo dicucuk idungnya lagi dong.
Sekali lagi, justru karena udah dewasa, jadi dia berhak memilih dan mengetahui apa yang baik atau buruk buat dia. Jangan dipaksa. Indonesia udah nyaris 65 tahun merdeka nih bung! Mau generasi anak cucu kita dijadiin "objek kolonial" terus?!?

Ah panas panas.

Iya. Gitu lho kak. Gitu lho dek. Gitu lho bro. Gitu lho sist. Gitu lho preeen.

Hm, maaf ya untuk sang senior. Tapi cuma mau meluruskan, hati-hati kalo mau pake kata-kata kayak gitu. Makanya, bikin acara yang berguna dan menarik aja, jadi kan tanpa disuruh si junior bakalan rajin dateng.

Oke. Udahan dulu ya. Iya, emang mau bilang gitu doang kok. Be careful ya, para senior dan junior.
Peace, Love, and Begajul.
Eh, Peace, Love, and Gaul! :D

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS 31: 18)

1 komentar:

Wendy Achmmad mengatakan...

Hahaha... artikelnya simple dan realistis sekali ... izin sharenya ya ...