Minggu, 30 Mei 2010

Cicak, Biawak, dan Kecoa(k)

Apaaaa?????

Terakhir postingan tanggal 21 Februari 2010??
*suarapiringgelaspecahdankacajendelaretak*

Mohon maaf sodara-sodari tersayang, saya agak menelantarkan blog ini dalam beberapa bulan. Alasannya cukup simpel dan songong: nggak ada waktu. Alasan lain, banyak hal yang mengalihkan dunia saya, sampai-sampai melupakan blog tercinta ini. Misalnya: tugas kuliah, amanah organisasi/kepanitiaan, terbuai dengan jejaring sosial yang lain, dan hilangnya hape. Yang terakhir memang baru-baru saja kejadiannya, tapi perlu Anda ketahui bahwa di dalam hape saya yang hilang itu ada foto yg sebenarnya sangat ingin saya posting di sini dan berhubungan dengan postingan kali ini, namun belum sempat ditransfer ke komputer.

Cukup basa-basinya.
Mengenai judul kali ini, mungkin aneh, setelah lama tidak mengisi blog ini, tiba-tiba sang pemilik blog ingin menulis tentang tiga binatang yang saya yakin memiliki fans dan pembencinya masing-masing.
Bukan, bukan karena saya adalah titisan ketiga binatang ini. Saya bukan siluman atau temannya Sun Go Kong. Jangan berfikiran seperti itu. Saya mohon. Percaya pada saya. Saya mohooooooon! *dudukbersimpuh*

Ketiga binatang ini, adalah binatang yang menarik untuk dibahas karakternya.
Kebetulan saya punya pengalaman empiris bersama ketiga binatang ini di rumah saya.
Oleh karena itu, kami berempat sangat akrab. Kami sering jalan-jalan atau makan malam bersama. Ahh tidak, tidak. Yang barusan bercanda kok. Gak lucu ya? Yaudahsih sepele.
Mereka bertiga; cicak, biawak, dan kecoa(k); adalah binatang yang pernah saya amati perilakunya di rumah saya.
Wokeh, masuk ke pembahasan karakter ketiga binatang itu.



1. Cicak
Abu-abu, kecil, memanjang, melata, di dinding, diam-diam merayap. Kira-kira itu yang menggambarkan binatang ini. Ada yang belum pernah lihat cicak? Kasihan sekali.
Hhh, saya bingung kenapa ada manusia yang takut dengan binatang ini.
Dia tuh ya jenk, penakut buanget. Takut sama manusia. Takut sama gerakan manusia. Coba deh, waktu si cicak melintas di depan kita, atau ada di hadapan kita, kasih gerakan keciiil saja, misalnya menghentakkan kaki pelan. Pasti dia akan kabur, bersembunyi, berbalik arah dengan cepat. Penakut 'kan??
Aneh, kenapa waktu ribut-ribut KPK vs Polri, para pembela KPK menyebut KPK sebagai cicak yang berani lawan buaya (Polri). Padahal cicak itu binatang yang sangat penakut. Hm, tidak bermaksud apa-apa. Tapi mbok yo kalo ngasi perumpamaan tu yang tepat gitu lho. Coba cari bukti empirik dulu sebelum beri perumpamaan.
Ehm, setidaknya, ini cicak di rumah saya lho. Kalau di tempat lain tidak demikian, mohon konfirmasi :p

2. Biawak
Ada yang belum pernah lihat biawak? Gapapa. Kamu masih mending daripada yang nggak pernah liat cicak.
Biawak ini binatang panjang dan melata. Mukanya kayak ular. Badannya kayak buaya. Hiiiii seremmmmm! Beneran serem lho. Apalagi biawak yang pernah "berkunjung" ke rumah saya. Entah dari mana. Mungkin dari sungai? Ah entahlah.
Jangan bayangkan biawak yang lucu dan imut, seperti di TV-TV. Pokoknya yang ini menyeramkan!
Nah, si biawak ini, tipe panikan, dan kalau sudah panik, bakal merusak benda-benda di sekitarnya. Saat mau ditangkap dia seperti berada dalam 2 pilihan: menantang atau kabur. Kelihatannya dia tahu kalau manusia sebenarnya takut sama dia. Tapi dia juga tahu orang yang mau menangkapnya bisa mencelakakannya. Oh, sungguh dilematis hidupnya. Dan di saat dilema tersebut, ia panik, dan bergeliat ke sana ke mari.
Singkat cerita, ia tertangkap dan diamankan. Alhamdulillah.

3. Kecoa(k)
Sebelumnya mungkin ada yang bertanya, kenapa saya beri huruf 'k' dalam kurung di akhir kata 'kecoa'. Hal itu semata-mata hanya untuk menyamakan rima antara ketiga binatang tersebut. Cicak, biawak, dan kecoak. Khas penyair kan? Tapi setau saya, kecoa tidak berakhiran 'k'. Oleh karena itu, saya yang memaksakan diri untuk jadi penyair, menggunakan huruf 'k' dalam kurung di akhir kata 'kecoa' demi kesamaan rima.
Binatang ini gambarannya kecil, cokelat, punya antena. Sekali pites juga mati.
Eh, tapi kami bersahabat lho. Maksudnya, tidak saling menyakiti. Maksudnya lagi, saya agak males memburu kecoa(k). Biarlah dia hidup bebas di dunia ini. Pernah waktu saya dan kakak saya lagi ngobrol, ada kecoa(k) melintas. Dengan santai, saya: "mbak, ada kecoa(k) tuh". Kakak saya: "yaudahlah". Lalu kami tertawa bersama. Bahagianya. -_-
Eh eh tapi katanya kecoa(k) bawa penyakit ya? Hm, tapi kasian tauk kalo dibunuh. *mataberkacakaca*
Kecoa(k) memang kecil, tapi dia bukan penakut. Dia pemberani, gigih, dan penuh waspada. Wah, tipe aku bangets. Ah tidak, saya bukan pecinta spesies binatang. Saya masih demen manusia.
Kalau ada gerakan manusia, kecoa(k) diam, tampak menyusun strategi bertahan hidup. Bukan langsung kabur. Nah, kalau sedang diburu, dengan sekuat tenaga dia akan lari menyelamatkan diri.
Walaupun sering kali akhirnya....dia tertangkap dan mati jua.


Yap, cukup sekian penjelasan karakter ketiga binatang yang pernah "berkunjung" ke rumah saya. Saya, Anda, kita semua, karakternya seperti binatang yang mana? Tinggal pilih. Kalau saya sih, tetap manusia. Hehe.
Btw, saya senang. Sudah lama tidak menulis panjang dengan rileks seperti ini. Ah bahagianya. Aku cinta blogging. Tapi ada yang baca gak ya? Smoga ada. Dan smoga ada yang komentar. Amin.
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (Q.S. 17: 70)

3 komentar:

tri haryoko mengatakan...

maksih banget yaw, berkat postingmu q jadi tau sifatnya kecoa,,,,,,,,,,,hahahaha

dini k mengatakan...

niken niken
kamu luthu bangets cihhh (maunyubit)

eh tp aku geli deh sm cicak, badannya lembek2 gt
biawak sih aku ga mau liat dr dket,ckup jd secret admirer ajah,liat dr jauh klo ada dia d kbun binatang
kalo kecoa(k) pas dia udah terbang,arahnya sulit diperkirakan,jadi aku suka kaget


btw emg kamu nanya ya pndpatku ttg 3 binatang itu?hahaha

dooh aku males bgt update blog

Niken Puspitaningrum mengatakan...

@ dini :
*baliknyubit*

aku baru tau kalo kamu secret admirer biawak, ntar klo aku ktemu dia lagi ku salamin deh ya :p
makanya bersahabat sama kecoa(k) din, ntar dia ga suka terbang ngagetin deh.

ah dini mah, aku sbg peng-komen sejati di blogmu menantikan tulisan barumu...
tulis ttg sumedang dong :D