Eh? Ga salah tuh judul?
Memang tidak ada yang salah dengan judul di atas.
Kalau kita sering dengar kalimat "bersyukurlah atas apa yang sudah kita miliki", tapi tidak ada salahnya untuk mengganti kata "sudah" dalam kalimat itu dengan kata "tidak".
Nggak percaya?
Coba dibuktikan!
Harta... tidak selamanya menjadi jaminan kebahagiaan. Untuk orang yang tidak memiliki harta berlebih sementara di sekitarnya banyak yang jauh lebih mentereng hartanya, bagaimana kalau mengucap seperti ini:
"Alhamdulillah saya tidak dilahirkan dalam keluarga konglomerat atau pejabat kaya raya, kalau iya mungkin saya akan jadi super sombong dan sama sekali tidak disukai teman."
"Alhamdulillah saya tidak punya BB, kalau iya mungkin saya akan lebih boros dari sekarang."
Fisik... apalagi. Kenapa kita harus mengubah ini-itu untuk permak fisik? Atau kenapa harus iri dengan kelebihan yang dimiliki orang lain? Padahal kita bisa berpikir:
"Alhamdulillah saya tidak punya wajah secantik lunamaya, kalau iya mungkin saya akan memilih masuk dunia modelling dan tidak terpikir untuk pakai jilbab."
"Alhamdulillah saya tidak punya suara seindah xxx (ga punya ide mau nulis siapa), kalau iya mungkin saya akan sulit untuk punya waktu luang (konser mulu) dan privasi (digosipin)."
Waktu dan urusan santai... tidak selamanya membuat pikiran jernih. Kesibukan justru bisa menghindarkan diri dari obrolan gosip binti ghibah. Coba deh berpikir seperti ini:
"Alhamdulillah saya tidak punya waktu dan urusan sesantai teman-teman saya, kalau iya mungkin saya akan terjebak dalam obrolan gosip kacangan satu sama lain."
(spesial buat ini, berpikir seperti ini telah membuat saya benar-benar bersyukur. walaupun pikiran puyeng dan wajah muram, tapi dalam hati bersorak bahagia :D)
Pendamping... haha, masih kecil juga udah sok-sokan "hare gene masih jomblo?". Konyol. Udah tau banyak mudharatnya, pake dibanggain lagi. Nah mungkin untuk yang berkecil hati karena senantiasa 'sendiri', ini bisa direnungkan:
"Alhamdulillah saya tidak punya pacar, kalau iya mungkin saya akan terlibat dalam pertengkaran-pertengkaran masalah remeh-temeh dan sepele."
(tentang ini, secara pribadi saya sangat risih jika mendengar cerita orang yang bertengkar dengan pacarnya hanya karena masalah yang.....ahhh luar biasa sepele! benar-benar membuat saya bahagia karena tidak memilikinya :D)
"Alhamdulillah saya tidak punya penggemar, kalau iya mungkin saya akan sering menerima sms/telepon menjijikkan, --dan secara otomatis akan ada juga yang 'nyantol' (kembali pada pernyataan di atas)."
Dan akhirnya...
"Alhamdulillah saya adalah saya, bukan dia."
Ah senangnya telah menulis ini.
Sesuatu yang belakangan ini mewarnai dan membahagiakan hidup saya: bersyukur atas apa yang tidak dimiliki.
Sesuatu yang mengiringi senyum saya sepanjang hari, meski senyum itu kadang ditahan dalam hati (kalo senyum mulu dikata orang gila nanti).
Iringi hidup dengan syukur, atas apa yang ada dan tidak ada dalam hidup kita :)
Kata Mbak Whitney Houston : "...learning to love yourself, it is the greatest love of all..."
nb: di dalam pernyataan-pernyataan di atas saya menggunakan kata "mungkin", jadi saya tidak mengatakan hal itu adalah mutlak "jika X terjadi maka Y pasti akan terjadi". Maka jangan ada yang tersinggung, kalau ada maafkan saya :D
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya Azab-Ku sangat pedih'." (Q.S. 14: 7)
Minggu, 21 Februari 2010
Bersyukur Atas Apa yang Tidak Dimiliki
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
1 komentar:
ncie post...
thx...
Poskan Komentar