Dia yang setiap hari menggerayangi pikiranku.
Dia yang hampir setiap hari mengganggu tidur malamku.
Dia yang tidak peduli dengan maag dan migrain-ku.
Dia yang membuatku hidup tak tenang.
Dialah mimpi burukku.
Dia......
TUGAS-TUGAS DI SEMESTER TIGA !
Baik. Duduk manis, dan dengarkan curhatku.
Tugas akhir memang diberikan 4 minggu atau 3 minggu atau 2 minggu sebelum dikumpulkan (atau mungkin 2 bulan? "agak" jarang sepertinya).
Biasanya dikumpulkan pada saat Ujian Akhir Semester berlangsung.
Tapi lihatlah perjalanan panjang ini:
Dosen A matkul 1 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen B matkul 2 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen C/D matkul 3 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen E matkul 4 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen F matkul 5 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen G matkul 6 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen H matkul 7 memberikan tugas untuk minggu depan.
Dosen I matkul 8 memberikan tugas untuk minggu depan.
Berlangsung seperti itu, hingga mendekati akhir semester *_*
Jadi bagaimana saya tidak menjadi seorang deadliner?????
Oke, LEBAY.
Jika keadaannya sedikit saya perhalus lagi, misalnya ada 3 atau lebih dosen yang tidak memberikan tugas untuk minggu depan.
Tapi ada kuis suatu matkul yang menyita perhatian.
Ya, ada sesuatu yang lebih mengalihkan perhatian, ketimbang deretan tugas-tugas lain.
Belum lagi ditambah amanah organisasi.
Lalu, menjelang Ujian Akhir Semester.
Tugas akhir menumpuk. Bahkan, matkul 3 yang dosennya ada 2 (C dan D), memberikan tugas akhir yang berbeda (alias ada dua tugas akhir untuk satu matkul).
Materi UAS juga menumpuk, belum lagi "nombokkin" materi yang sama sekali tidak dimengerti walaupun sudah dijelaskan di perkuliahan.
Atau "nombokkin" materi yang memang belum pernah diterangkan di perkuliahan, tapi disinyalir akan keluar sebagai materi UAS.
Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menghadapi hal itu?
Pakailah pelampung, baju penyelam, sepatu katak, tabung oksigen, lalu terjun ke Samudera Atlantik.
-_-
Saat itu memang saat paling kritis dari saat yang selalu saja kritis di semester tiga.
Setidaknya, bagi saya.
Bagi saya yang terlampau bodoh mengatur waktu.
Bagi saya yang sempat tidak percaya bahwa di dunia ini ada manajemen waktu bagi mahasiswa 24 SKS.
Sekarang, semua sudah selesai.
Ya, selesai, dan semua terselesaikan.
Tapi hasilnya? Jangan ditanya. Berpikir untuk membayangkannya saja tidak sanggup.
~emang belum keluar sih
Semua "mimpi buruk" itu sudah tersapu derasnya aliran arung jeram.
Sudah terbawa oleh lajunya wahana halilintar.
Sudah terputar oleh pusingnya wahana ombang-ombang, rajawali, dan burung tempur.
Sudah di"pijat-refleksi" oleh kursi di simulator 4 dimensi.
Dan sudah diayun oleh para kuda di turangga-rangga.
MERDEKAAAAAAAAAAA !
Nightmare is going.
Holiday is coming.
19th is waiting.
~halah
Happy holiday, happy anniversary for my mom and my dad !
:)
*curahan hati seorang depresi akibat semester tiga, maaf lahir batin jika membaca ini membuang waktu Anda*
"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (Q.S. 94:6)
[Selengkapnya...]
