Selasa, 21 Juli 2009

Laporan Selayang Pandang: Lombok

Pada tanggal 18 sampai 21 Juli lalu, saya dan kedua orang tua saya singgah ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bukan untuk liburan, karena kedua kakak saya tidak ikut serta dalam perjalanan tersebut (kasian yah). Kami ke Lombok untuk menghadiri rangkaian pernikahan sepupu saya di sana. Hm, lumayan juga jadi keluarga perantau, bisa singgah ke macam-macam tempat :p (kalo bukan karena ada acara, jangan harapkan saya diajak liburan ke sana T_T).

Lalu, apa kesan yang saya dapat dari perjalanan tersebut? Silakan baca selengkapnya di laporan selayang pandang dari saya ini :


1. Sepi Sunyi Senyap
Di luar dugaan saya, ternyata Lombok ini sangat sepi, baik jalanan maupun tempat-tempat makan, baik di kota Mataram maupun daerah Senggigi tempat kami menginap. Sepertinya penduduk/pendatang di sana lebih senang di dalam rumah/hotel. Menurut sumber yang terpercaya, hampir semua hotel di sekitar pantai Senggigi penuh (pada saat itu). Tapi tetap saja sepi di jalanan. Mungkin, di tempat wisata lain, yang tidak kami kunjungi, lebih ramai. Atau, mungkin saja baru ramai di tengah malam, karena memang banyak diskotik di sana.

2. Ayam Taliwang dan Pelecing Kangkung
Kedua makanan khas ini punya rasa yang pedas menggigit. Eh, tapi tergantung rumah makannya juga, ada yang pedes banget, ada yang biasa aja. Ayam taliwang adalah ayam kampung yang dibakar dan disajikan dengan "kuah" semacam gulai. Sedangkan pelecing kangkung, isinya kangkung (yaiyalah), kacang panjang, kacang tanah, dan kelapa parut (yang kayak di urap itu lho). Dijamin bisa bikin "nyam nyam" dan "huh hah huh hah" (kepedesan).

3. Minim Polusi Udara
Boro-boro polusi, mobil saja jarang melintas. Lumayan, libur dari pengapnya Depok :p
Bicara tentang mobil, mungkin karena saking jarangnya mobil yang melintas, banyak mobil yang jalannya di tengah-tengah jalan (di garis pembatas), padahal jalannya dua arah. Waduh -_-'

4. Panaaas-Dingiiin
Siang hari memang cukup panas, namun di waktu sore dan malam hari udaranya sangat dingin. Atau perasaan saya saja yang jarang merasakan kedinginan di Depok tercinta ini?

5. Narmada
Nama "Narmada" sering sekali menjadi "merek" di Lombok ini. Mulai dari nama taman, gedung, maupun air kemasan. Sayangnya, saya tidak tahu arti Narmada ini. Ada yang bisa membantu?

6. Pantai Senggigi dan Taman Narmada
Hanya dua tempat wisata ini yang kami kunjungi saat di Lombok. Pantai Senggigi, yang kebetulan berada di belakang hotel tempat kami menginap, kami kunjungi tanggal 19 Juli pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA. Wah, masih sepi, serasa pantai milik bertiga, hehe. Menurut kami, tidak ada keistimewaan tertentu dari pantai ini, namun tetap saja saya pikir pantai itu selalu indah :)
Taman Narmada adalah tempat wisata sejarah, yang katanya peninggalan kerajaan di Bali yang menjajah Lombok/NTB (Karangasem bukan ya? Duh lupa...). Ketika baru masuk, kami ditawari pemandu di sana untuk ke mata air yang katanya bisa membuat orang awet muda. Kata orang tua saya, "Wah, sudah terlanjur tua tuh". Haha.

7. Kerajinan Khas
Di sini, kerajinan yang khas adalah kayu (sepertinya rotan) yang dihias dengan potongan kerang. Cara membuatnya, ukir kayu berbentuk cetakan (biasanya segitiga), lalu masukkan potongan kerang ke dalam cetakan segitiga tersebut (gak jelas ya? maap kemampuan verbal saya kurang T_T). Pokoknya keren, semua hiasan dikerjakan oleh tangan, tanpa mesin, sekalipun pembuatan kursi/meja yang besar!

8. Bahasa yang Asing
Sepertinya baru sekarang saya ke tempat yang benar-benar tidak saya mengerti bahasanya. Saya sama sekali tidak paham obrolan orang di sana dengan bahasa daerahnya. Semoga saja saya tidak sedang dijadikan bahan obrolan mereka ya... (ge-er mode: ON).

Saya sudahi saja laporan selayang pandang ini, maaf jika kurang memuaskan, saya pun kurang puas berada di sana, hanya sebentar dan mengunjungi sedikit tempat T_T

Berikut adalah foto yang didapat selama di sana:

[di Bandara Selaparang (Lombok) dan Hotel Sheraton Senggigi saat baru tiba (disambut pake bunga-bunga gitu, haha)]
[di Pantai Senggigi pagi hari, serasa milik bertiga tuh pantai, haha]


[di Taman Narmada, foto yang di pojok kanan bawah itu plang "Bale Petirtan", tempat air yang katanya bisa bikin awet muda]


[di Ratna Artshop, tempat pembuatan dan toko kerajinan khas Lombok, foto di kanan atas itu adalah peti yang dihiasi kerang dan uang kepeng Cina asli]

[Ini tujuan utama kami: menghadiri rangkaian pernikahan sodara. Mulai dari Mapacing (adat Bugis gitu), akad nikah, sampe resepsi]


Dan akhirnya, meminjam slogan TMII : "Aku tahu, aku kenal, aku cinta".
Yap, mari kita cintai Indonesia dengan mengetahui dan mengenalnya, dengan segala keberagamannya.


Dan meminjam pesan pemerintah dalam suatu plang yang saya lihat di sana : "Mari Utamakan Bahasa Indonesia".
[Hehe. Beneran lho ada plang kayak gini. Di Banjarmasin juga ada]


"...Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal..." (Q.S 49:13)


6 komentar:

Aulia mengatakan...

Niken mana oleh2nya??
hehe,,

[niken] mengatakan...

@Lele:
emang kurang le?
:p

Muhamad Fajar mengatakan...

Visit Indonesia 2009!

Ternyata Indonesia punya banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi, sayang orang-orang asing masih banyak yang takut kena bom.

[niken] mengatakan...

@Kak Fajar:
Di sana masih banyak bulenya kok (bahkan kyknya lbh banyak dari turis domestiknya), dan menurut sumber yang terpercaya, mereka gak takut bom, karna tau kalo jakarta (yang baru aja kena bom) itu jauh dari sana...

"Visit Lombok & Sumbawa 2010!"
(ini program pemerintah lho, ada plang tulisan ginian di sana)

Muhamad Fajar mengatakan...

Baguslah klo turisnya ngerti, apa turis sudah terbiasa mendengar kabar bom di Indonesia :p ?!

[niken] mengatakan...

@Kak Fajar:
wah kurang tau juga ya, sepertinya memang banyak yg tau, setiap kena bom kan disiarkan di media internasional..