Senin, 25 Mei 2009

Dialog Satu Diri

Apa jadinya bila otak dan hati dalam satu diri mampu berdialog dan dialog itu didengar oleh si empunya? Simak saja naskah nonfiksi karangan saya ini. Sebelumnya maaf, ini adalah karangan saya, alias suka-suka saya, jadi tidak ada jaminan Anda dapat dengan mudah mengerti maksudnya. Mungkin akan ada pikiran “apaan nih, gajebo banget, ga jelas bgt, ga penting bgt, dan ga lain-lain bgt....”.

(lha wong karangan saya, terserah saya dong. Hehehe :D)

Inilah “Dialog Satu Diri”...
*jreeeenggg*

Nona Otak : "Hei, aku butuh konsentrasi!!!"

Nona Hati : “Silakan saja berkonsentrasi. Jangan bentak aku! Memang apa salahku??”
Nona Otak : “Kau telah mengganggu konsentrasiku.” Nona Hati : “Apa?! Justru aku sengaja mengosongkan ‘isi’ku agar kau tak terganggu.”
Nona Otak : “Tapi kekosonganmu itu membuatku semakin resah...” Nona Hati : “Sudahlah, jangan banyak alasan. Kau ini terlalu sering dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak penting. Sekarang waktunya kau fokus pada hal penting dalam hidupmu yang sebentar lagi akan kau lalui.”
Nona Otak : “Tapi...............”
Nona Hati : “Betapa tidak bergunanya segala keluhanmu. Percayalah!” Nona Religi : “Wahai sahabatku, apa yang sedang kalian ributkan?”
Nona Hati : “Dia menuduhku sebagai sebab dari rasa tidak konsentrasi yang ia derita.”
Nona Religi : “Benar itu?”
Nona Otak : “Mm, sebenarnya aku pun tak tahu kenapa ini terjadi. Aku hanya butuh ketenangan agar apa yang akan kuhadapi nanti berbuah sukses...”
Nona Religi : “Dan kau tak mendapat ketenangan itu? Sahabatku, sesungguhnya kebahagiaan itu adalah tergantung bagaimana pikiranmu mengaturnya dari awal. Bukan karena seberapa indah atau seberapa sulit hal yang akan kau lalui, tapi tergantung bagaimana kau menilainya. Memang kebahagiaan itu dihasilkan oleh Nona Hati, namun kau juga punya kontribusi yang tak kalah besar untuk mengatur timbulnya rasa bahagia. ”
Nona Hati : “Nona Otak, aku minta maaf jika secara tidak sadar telah mengganggumu. Namun sungguh, aku menginginkan hasil terbaik dari jerih payahmu dalam menghadapi ‘persoalan’ itu nanti. Karena kesuksesanmu juga membawa dampak baik untukku...”
Nona Religi : “Benar, kesuksesanmu adalah kesuksesan dan kebahagiaan kita semua. Dan aku akan membantumu dengan melakukan pendekatan kepada Allah SWT. Apabila kita dekat dengan Allah, maka pertolongan-Nya akan semakin dekat dengan kita.”
Nona Otak : “Terima kasih sahabatku. Aku sadar bahwa tugas ini tak hanya bebanku, dan aku punya kalian yang senantiasa membantuku...”
Nyonya Niken : “Woi, dramanya udah selese blom??? Udahan aja ya, bingung nih apa kelanjutannya! Yang penting, kalian semua harus terintegrasi dengan baik dalam diri saya agar saya berhasil dalam melakukan suatu hal penting di hidup saya yang sebentar lagi akan saya jalani nanti... Gak usah pada ribet mikirin yang gak penting lah... Tapi juga jangan sampe dalam takabur ngehadapin hal itu... Okeh? SEMANGAT!!!”
(Semua Nona) : “Siap Nyaaaaaaaaah...!”
niken©
Tujuan saya menulis ini semata-mata untuk menghibur diri sendiri. Anda tidak terhibur? Salah sendiri baca sampai habis. Hehe. Tapi, saya harap ada manfaatnya bagi pembaca, karena ada sedikit kutipan dari kisah yang diceritakan beberapa kali di RAS FM 95,5 (lho kok jadi promosi?!). Terimakasih telah membaca!
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (Q.S. 7: 56)

6 komentar:

senenet mengatakan...

tdnya mw nyaranin make tuan ketimbang nona...dbca kbwh2...twnya nyonya nikennya dtg...gajadi protes dah haha...
lucu beud...mengejutkan...tp ttp ngasi inspirasi...
dan coba tebak...ni komen ptama gw di blog lw haha :D

[niken] mengatakan...

@senenet:
yang benar saja, tidak mungkin seorang gadis anggun seperti saya disebut tuan...
:p
makasih komennya, jadi terharu...
*halah*

masDan mengatakan...

Lho Lho .... Dialog satu diri kok ada aktor/aktris yang masuk lagi tuh ....

hehehehe

Muhamad Fajar mengatakan...

Kata-kata dalam hati aja bisa jadi naskah. Gimana klo pembicaraan sehari-hari, bisa jadi novel.

[niken] mengatakan...

@wildan:
lah, kan itu semua 1 diri, gak ada aktor/aktris* baru kok...
(ceritanya saya aktor/aktris*nya, gituh)

*)coret yg tdk perlu


@kak fajar:
kata siapa ini kata2 dari dalam hati (saya), tidak menutup kemungkinan ini fiksi kan?

qavad mengatakan...

bete gw, masa jadi gak bisa komen? komen yang barusan jadi keapus, huh....!!!

gara-gara belom log-in ke wordpress-nya, heug...