Judul yang norak ya? Sepertinya begitu.
Maklumlah, saya yang baru saja menginjak semester dua di universitas ini, pertama kali diajar oleh Ibu Prof. Dr. Meutia F. Swasono. Tidak tahu? Beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibu Meutia Hatta. Belum tahu? Beliau adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan RI. Belum jelas juga? Beliau adalah anak dari Moh. Hatta, pahlawan prokamasi RI. Tidak tahu lagi? Bagaimana kalau Anda pindah kewarganegaraan saja?? -_-
Yang di atas tadi hanya sekedar pengantar, jangan dimasukkan ke dalam hati. Masukkan saja ke dalam peti.
Ibu Meutia memberi kuliah mengenai Sistem Budaya Indonesia. Yap, tidak diragukan lagi, beliau memang seorang antropolog. Banyak yang disampaikan oleh beliau, namun tidak mungkin saya memuatnya semua. Berikut adalah kutipan dari kuliah Sistem Budaya Indonesia.
Indonesia merupakan bangsa yang pluralistik dan multikultural.
Plural berarti banyak dan –istik merupakan akhiran yang menyatakan sifat. Jadi, dapat dikatakan bahwa pluralistik adalah bangsa yang memiliki sifat-sifat yang berbeda, dilihat dari berbagai segi. Ini dapat dibuktikan dengan adanya perbedaan lingkungan, agama, pulau (lokasi tempat tinggal), dan sebagainya.
Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa membuat negara kita beriklim tropis. Banyak “harta karun” yang tersimpan di Indonesia, terutama dalam bidang energi. Gas alam, minyak bumi, batu bara, dan lain-lain. Belum lagi BBN (Bahan Bakar Nabati) yang sekarang sedang dikembangkan, misalnya jagung, tebu, kayu, dan sebagainya.
“Apakah dari energi tersebut ada yang berasal dari Switzerland? Tidak ada. Switzerland jauh dari potensi sumber daya alam, namun bisa menjadi negara kaya,” kata Ibu Meutia (tidak sama persis, ingatan saya terbatas).
Sekarang bayangkan jika Indonesia mengolah dengan baik sumber daya alamnya yang melimpah itu, mungkin dapat melebihi kekayaan negara-negara maju yang sekarang ada.
Multikultural adalah bangsa dengan banyak suku yang berbeda, masing-masing kebudayaannya menjadi satu unit budaya yang utuh. Unit budaya melingkupi manusia, alam, dan adat. Sebagai contoh, orang yang tinggal di Papua telah terbiasa membuat rumah di atas pohon karena tanah di sana becek akibat pohon-pohonnya yang besar, jadi tanahnya sedikit terkena sinar matahari, sehingga tidak dapat dibangun rumah. Sedangkan pada masyarakat Jawa, akan memandang “tidak biasa” tentang apa yang terjadi di Papua itu karena di Jawa telah terbiasa membangun rumah di tanah.
Manusia dapat berperilaku dan berbudaya sesuai dengan kearifan alam sekitarnya, yang akhirnya menjadi suatu adat dalam lingkungan sekitarnya.
Dan cultural relativism (relativisme kebudayaan, paham yang mengatakan tidak ada etnis yang lebih baik atau lebih buruk) menjadi penting ketika melihat perbedaan-perbedaan dalam suku di Indonesia.
Sudah ada yang bosan dengan “dongeng” ini??
Maaf, saya bukan dosen, saya hanya mahasiswi yang tulisannya masih harus dikoreksi kalau-kalau ada kesalahan pemahaman.
Ketika kuliah dari Ibu Meutia berakhir, saya berpikir, “Gaji dosen tetap UI pasti sudah tinggi, ditambah lagi gaji sebagai menteri. Waahh, berapa ya penghasilan Bu Meutia dalam sebulan?? Jadi pengen kayak gitu....”.
Lalu ada bisikan nurani yang berkata, “Makanya, jadi pinter dong niken!!”.
Hehe. Iya juga ya.
Mana mungkin kesuksesan diraih tanpa usaha, kerja keras, dan konsistensi.
SEMANGAT UNTUK PELAJAR INDONESIA!!
SEMANGAT UNTUK MAHASISWA INDONESIA!!
"...niscaya Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (Q.S. 58:11)
Sabtu, 07 Februari 2009
Dosenku, Ibu Menteri!
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

10 komentar:
assalamu'alaykum de' Niken...
apa kabar ?
semoga dalam lindungan dan naungan berkah serta rahmah juga ridho Allah 'Azza Wa Jalla.
Saya senang ada generasi muda (khususnya akhwat) seperti de' Niken yang memberikan nuansa baru dalam berdakwah...
saya perhatikan, disetiap akhir postingan, de' Niken selalu menyertai dengan firman Allah yang relevan dengan postingan de' Niken.
terus belajar dan raih prestasi bukan hanya di mata makhluknya, namun yang terutama menjadi Hamba yang cerdas dan cemerlang di hadapan Allah 'Azza Wa Jalla sehingga ilmunya dapat digunakan untuk kemaslahatan umat.
Jazakumullahu khairan Katsiiraan...
@ Dinul Falah :
wa'alaikumsalam.
terimakasih atas apresiasinya terhadap blog saya...
smoga saya dapat membuat postingan selanjutnya lebih baik dan bermanfaat.
Kayaknya iklan bu dosen sudah ada di tipi :p
@ Muhamad Fajar :
eits, saya gak bermaksud kampanye parpol lhoo...
assalamualaikum mbak niken..
semoga sehat wal afiat selalu,,
supaya bisa ikut kuliah sama ibu menteri lagi..
nanti juga insya Allah saya mengajar juga di FIK UI sebagai Menteri Kesehatan tahun 2***
amiin..
;p
@ sisca :
Wa'alaikumsalam DEK siska..
Amiin deh atas smua doamu.
Smoga cita2mu jd MenKes itu tercapai.
Atau jd istri MenKes aja?
Ntar kita wujudkan "PIM" (Paguyuban Istri Menteri) yg tlah kita rencanakan..
Hahayy. .
Mutia hatta yang dari partai patriot itu bukan???
seingat gw siy gituh...
eh...
kalo udah pintern jangan nipu rakyat yaph...
mestinya pake salam yah??
assalamualaikum, Bu!
@ qavad :
wa'alaikumsalam pak lurah...
bagaimana sih pak, kyknya kelurahan qta perlu sosialisasi parpol nih.
yg bener dari Bu Meutia itu dari PKP (lupa kepanjangannya)...
*skali lagi, saya gak maksud kampanye, cma memberitahu kebenaran*
AV,無碼,a片免費看,自拍貼圖,伊莉,微風論壇,成人聊天室,成人電影,成人文學,成人貼圖區,成人網站,一葉情貼圖片區,色情漫畫,言情小說,情色論壇,臺灣情色網,色情影片,色情,成人影城,080視訊聊天室,a片,A漫,h漫,麗的色遊戲,同志色教館,AV女優,SEX,咆哮小老鼠,85cc免費影片,正妹牆,ut聊天室,豆豆聊天室,聊天室,情色小說,aio,成人,微風成人,做愛,成人貼圖,18成人,嘟嘟成人網,aio交友愛情館,情色文學,色情小說,色情網站,情色,A片下載,嘟嘟情人色網,成人影片,成人圖片,成人文章,成人小說,成人漫畫,視訊聊天室,性愛,ut聊天室,情色遊戲,情色a片,情色網
Poskan Komentar