7.jpg)
Apakah Anda melihat dengan jelas benda apa yang dilingkari merah dalam foto di atas?
Jika tidak, biar saya beritahu bahwa benda itu adalah ROKOK.
Foto itu saya ambil pada tanggal 22 Agustus 2008, di sebuah mal terkemuka di Depok.
Miris, yang sedang memegang dan menikmati rokok itu adalah SISWI SMA, dan saya yakin ia dari SMA yang cukup elit.
Jika seorang siswi SMA saja sudah dengan bangga merokok di tempat umum seperti itu, bisa dibayangkan bahwa tingkat perokok di Indonesia telah mencapai angka sangat tinggi.
Berikut adalah fakta yang memaparkan tingginya tingkat remaja perokok di Indonesia (tahun 2006) :
- Data KPAI : sekitar 43 juta anak Indonesia hingga usia 18 tahun kini terancam penyakit mematikan. Pasalnya dari sekitar 220 juta penduduk, lebih dari 141 juta merupakan perokok aktif yang 80% diantaranya berasal dari kalangan warga miskin dengan penghasilan rata-rata Rp 20 ribu per hari.
- Data WHO : Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di Asia setelah Cina dan India dengan total perokok mencapai 146, 8 juta jiwa.
- Data DepKes : 4.280 jiwa anak-anak meninggal per tahun akibat rokok.
- Data Global Youth Tobacco Survey : 12,6% pelajar tingkat SMP adalah perokok. Lebih dari 30% pelajar perokok tersebut telah memulainya sejak usia 10 tahun dan 3,2% dari mereka tergolong kecanduan.
Ada yang bangga dengan fakta di atas?
Saya kira tidak. Itu hal yang memalukan, itu aib. Sudah jelas bahwa ada peringatan “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN” dalam setiap bungkus dan iklan rokok.
Bagi pelajar yang notabene diharapkan menjadi tunas terbaik bangsa, apakah pantas bertindak menyepelekan atau tidak mengindahkan peringatan tersebut?
Jika masih ada yang menjawab YA, mari kita bahas dampak negatif dari rokok itu sendiri.
- Dalam asap rokok terdapat sekitar 4000 bahan kimia berbahaya. Zat-zat berbahaya tersebut meliputi aseton (cat), ammonia (pembersih lantai), arsen (racun), butane (lighter fuel--bahan bakar ringan), kadmium (aki mobil), karbon monoksida (asap knalpot), DDT (insektisida). Selain itu juga hidrogen sianida (gas beracun), methanol (bensin roket), naftalen (kamper), toluene (pelarut industri), vinil klorida (plastik), dan masih banyak lagi.
- Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
- Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara.
- Rokok lebih membuat ketagihan daripada narkotika (kecuali heroin), jadi cara termudah untuk selamat dari rokok adalah tidak pernah mencobanya.
- Daftar penyakit yang disebabkan rokok : Impotensi, sakit jantung, kanker lidah, kanker tenggorokan, kerusakan gigi, kanker paru-paru, keguguran kandungan, bayi lahir cacat, kerusakan mata, kulit cepat keriput, suara serak, bisu karena pita suara terkena kanker, tenggorokan banyak berdahak, kanker pencernaan, kanker ginjal, kanker rahim, leukimia, tulang menjadi rapuh, menstruasi menjadi makin menyakitkan, dan masih banyak lagi.
Sekarang, Anda sendiri yang menentukan. Mau sehat? Jauhi rokok. Mau sakit dan merugikan banyak orang? Tetaplah merokok.
Bagi orang-orang yang tidak merokok, bersyukurlah dan berbanggalah, karena Anda telah berusaha untuk tidak merugikan masyarakat, tidak merugikan diri sendiri, dan telah patuh pada peraturan (terutama yang ada di kawasan Jakarta) :
Perda DKI Jakarta No 2 Tahun 2005, Pasal 13 ayat 1: Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. — Pelanggarnya diancam dengan sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 50 juta, atau 6 bulan kurungan.
Harapan saya, semoga saja peraturan itu menjadi peraturan yang bersifat nasional.
Tapi, apa gunanya peraturan bila masih dilanggar?
Mulai dari kesadaran sendiri, itu akan membuat kita lebih baik.
Sumber : gizinet.com, bebasrokok.wordpress.com, halalguide.info
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (QS 2 : 195)
"Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula
membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340)
[Selengkapnya...]
Jumat, 26 Desember 2008
Rokok : Racun yang Mudah Didapatkan
Senin, 15 Desember 2008
Download MP3
Kali ini saya mau kasih link download MP3 lagu-lagu indonesia yang lagi banyak beredar di media :
*korban acara musik pagi-pagi*
1. Pernah Muda - BCL
2. Demi Cinta - Kerispatih
3. Mungkin - Potret
4. Yang Terlewatkan - Sheila on 7
5. Menghujam Jantungku - Tompi
6. Gelora Asmara - Duo Derby
7. Untuk Mencintaimu - Seventeen
Hasil request :
8. Buktikan - Nindy
9.Tak Perlu Keliling Dunia - Gita Gutawa
10. Malaikat Juga Tahu - Dewi Lestari
11. Kisah Cintaku - Peterpan
12. Goyang Duyu - Project Pop
13. Kau Tigakan Cinta - Elkasih
Lanjut kapan-kapan!
[Selengkapnya...]
UAS-ku

Hari 1 – Pengantar Antropologi
Membaca soal nomor 1 sudah membuat saya shock habis-habisan.
“Bride Price?? Bride Service?? Dowry?? Apaan tuh?????”
Ketika saya baca soal nomor 2 dan selanjutnya, pikir saya, “oh ini, yang kemaren dibaca”.
Tapi waktu mau menulis jawabannya, tiba-tiba... SHIIING. Saya LUPA! Jika ada doraemon di sana, saya mau pinjam senter pengecil dan mengarahkan senter itu ke buku Ferraro, lalu mengantongi buku itu saat ujian.
Apa daya, doraemon ternyata masih sibuk mengurus nobita.
Hari 2 – MPKT
Persiapan memang kurang matang, tapi lumayanlah, soal-soalnya mengarah pada apa yang sudah saya baca. Tinggal tambahkan bumbu khas MPKT : ngemeng! [baca : berpendapat]
Hari 3 – Pengantar Sosiologi
Rasanya hati berbunga-bunga saat mengerjakan ujian ini. Bagaikan pelipur lara saat ujian hari pertama.
Hari 4 – Pengantar Ilmu Ekonomi
S-U-S-A-H . Itu saja komentar untuk ujian hari ini.
Hari 5 – Pengantar Ilmu Politik
Kerjakan 3 soal dari 6 soal di bawah ini.
Syukurlah, memang hanya ada 3 soal yang bisa saya jawab dengan [insyaAllah] baik.
Secara keseluruhan, alhamdulillah lancar. Hanya saya belum sanggup membayangkan nilai saya—entah kenapa pesimis. Mohon doanya saja.
Untuk penutup, saya ingin menyampaikan :
"Belajar dengan Sistem Kebut Sehari Semalam (SKS+S) tidak akan membuat ujian lebih lancar daripada hasil belajar selama 1 semester dengan maksimal. UAS menguji hasil belajar selama 1 semester, bukan 1 malam."
Pernyataan itu mungkin benar—setidaknya bagi saya. Buktikan kebenaran pernyataan itu dengan TIDAK MENYONTEK, kerjakan semampu kita, dan kita akan bangga dengan hasil kita, minimal karena kejujuran kita.
SUKSES BUAT SEMUA PELAJAR & MAHASISWA YANG SEDANG/AKAN/SUDAH MENGHADAPI UJIAN ! ^_^
Minggu, 07 Desember 2008
Selektivitas Pembicaraan dalam Pergaulan Remaja
Di dunia ini, pasti ada satu, dua, atau beberapa orang yang kita percayai untuk menampung cerita-cerita dalam hidup kita. Ketika kita berkenalan dengan orang baru atau ketika kita berbicara dengan orang yang tidak terlalu mengenal kita, mungkinkah begitu saja menceritakan kejadian yang menyangkut privasi kita?
Jawabannya mungkin saja iya.
Kadang sebagai manusia, ia ingin disenangi oleh semua orang, dan sampai pada taraf ‘supel’. Dengan alasan itu, ia mencoba untuk berbaur dan berakrab-akrab ria dengan semua orang--- hingga secara sadar atau tidak, ia menceritakan hal-hal dalam hidupnya, yang mungkin cenderung privasi, padahal orang itu tidak mengenalnya lebih dalam.
Bahkan, terkadang alasan manusia untuk bercerita adalah untuk dianggap lebih tinggi atau sama dengan level sosial orang yang diajak bicara.
Hal ini saya angkat dalam tulisan kali ini, terinspirasi dari apa yang saya lihat dan alami sehari-hari, yang dipandang dari perspektif subjektif saya. Objek yang dibicarakan pada kisah berikut adalah dari kaum wanita.
Saya sering memperhatikan orang-orang yang tidak saling mengenal lebih dalam satu sama lain (hanya sekedar kenal). Namun, ketika mereka duduk berdekatan, mereka membicarakan tentang apa yang terjadi dalam hidup mereka, yang menurut saya itu adalah privasi. Bahkan, yang dibicarakan adalah hal-hal hedon yang saya sendiri risih mendengarnya. Fashion, makanan mahal, tongkrongan mahal, saling membanding-bandingkan pacar mereka, apa yang mereka lakukan dengan pacar mereka, masalah keluarga (yang bagi saya tidak etis dibicarakan kepada sembarang orang), hingga saling ‘menyombongkan’ pekerjaan orang tuanya (diberi tanda kutip karena ada kemungkinan mereka tidak bermaksud seperti itu--- walaupun kemungkinan besar itu benar).
Mungkin memang tidak ada ruginya bagi mereka.
Tetapi hal itu menimbulkan satu pertanyaan pada benak saya, “Apakah selektivitas topik sulit dilakukan apabila orang telah larut dalam pembicaraan?”.
Saya pernah sedikit tergelitik oleh pertanyaan teman saya, “Kenapa sih lo gak pernah ngasitau lo suka ma siapa? Emang suka sama orang itu dosa ya?”. Pertanyaan itu hanya saya tanggapi dengan senyuman saja, lalu saya mengalihkan pembicaraan.
Hal itu saya lakukan, bukan karena saya tidak ingin terbongkar rahasianya.
Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang mendasari ‘aksi tutup mulut’ saya itu.
1. “Apakah pergaulan remaja hanya menyangkut dan diukur dari hal-hal seperti itu?”
2. “Jika menceritakan segala hal kepada orang yang belum lama dikenal, lalu apa makna sahabat sejati? Apa bedanya sahabat dengan orang biasa di lingkungan kita?”
3. “Apakah ada makna ‘orang spesial dalam hidup’ atau ‘orang kepercayaan’ apabila semua orang dianggap dapat menampung segala cerita hidup kita?”
Setiap manusia punya hak untuk menjaga privasinya masing-masing, namun tidak semua orang menggunakan hak itu, mungkin dengan alasan baik : agar dapat menciptakan suasana harmonis dan akrab antarteman.
Tapi ada hal yang dapat menjadi perenungan : “Apakah yang kita bicarakan selalu dapat menyenangkan orang lain? Apakah orang lain tidak pernah risih mendengarkan hal yang begitu privasi? Mungkinkah pendengar kita tidak punya rasa tersinggung atau minder saat kita membicarakan hal-hal yang ‘berkelas sosial tinggi’?”
Tulisan ini bukan untuk menjatuhkan suatu pihak, hanya sebagai sarana aspirasi saya mengenai pergaulan remaja jaman sekarang. Topik ini mungkin sepele, tapi bagi saya hal ini penting untuk jadi bahan renungan, bahwa masalah remaja tidak melulu mengenai pergaulan bebas, namun juga dapat kita temui setiap saat, yaitu mengenai selektivitas pembicaraan.
Tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan saya dan tulisan saya.
Mohon maaf jika ada kata yang menyinggung, sekali lagi ini hanya sebagai bahan renungan, khususnya untuk remaja dan terutama bagi diri saya sendiri.Jika ada komentar dan kritik dari Anda, saya terima dengan senang hati ^_^
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS 31: 18)
[Selengkapnya...]
Jumat, 05 Desember 2008
.: INTRODUCING :.

Assalamu'alaikum . . .
Cie yang punya blog baruuu....
*norak mode : ON*
Niken Puspitaningrum, seorang gadis kelahiran Sampit (Kalimantan Tengah) tapi besar di Pulau Jawa [2,3 th di JaTeng; 1,9 th di JaTim; 3 th di JaBar dekat JaTeng; 1 th di JaBar yg Sunda bgt; dan 6 th sampai skarang di JaBar yg metropolitan] ini sedang-akan-mulai merintis karir [?!] menjadi blogger, pelajar (lebih tepatnya 'college student'), anggota organisasi, teman sejati, entrepreneur, pembenci rokok, tukang ngecengin, tukang ngehina, tukang narsis, tukang ngangkutin barang belanjaan, dan tukang pijit.
Semua "profesi" yang disebutkan di atas boleh jadi benar dan boleh jadi kurang tepat.
Seorang mahasiswi yang bercita-cita mulia menjadi istri menteri RI ini ternyata sudah memiliki keingintahuan akan dunia blog sedari dulu. Namun, karena kesibukannya sebagai --- (profesi telah disebutkan di atas), ia merasa tidak sanggup mengurus sebuah blog. Dan sekarang... jenjreeeng... akhirnya dia membuat keputusan penting dalam hidupnya : BIKIN BLOG!
Alasan utamanya karena ingin mencurahkan pikirannya atas apa yang ia alami atau ia lihat sehari-hari. Selain itu, ia merasa tergugah ketika mengerjakan tugas-tugas yang kadang tidak berperikemahasiswaan, lalu mencari sumber dari internet dan akhirnya mendapat referensi dari blog orang.
Merasa punya kesempatan untuk menebar benih kebaikan dengan pengetahuan lewat dunia maya, ia pun meneguhkan hati untuk jadi seorang blogger.
Dia manusia, dia punya kelemahan, dia punya kelebihan, dialah SAYA.
Bagi Anda yang mengenal saya lewat dunia maya tidak akan mengetahui secara jelas eksistensi saya sebagai makhluk hidup di dunia ini.
Saya memang pecinta kenyataan (dunia nyata), namun juga pengguna setia fasilitas dunia maya, dan pengejar kebahagiaan dunia akhirat.
Seorang mahasiswi Antropologi Sosial UI yang belum bisa disebut antropolog, seorang anak yang belum bisa disebut berbakti, seorang teman yang belum bisa disebut sahabat sejati --- tapi selalu ingin berbuat yang terbaik sesuai kemampuan dan keinginan.
Sebelum saya dilempar kaleng minuman oleh pembaca karena pembahasan yang sangat membosankan ini, ada baiknya posting kali ini disudahi dulu.
Jangan khawatir bagi penggemar setia saya [huek], karena saya sudah menyiapkan beberapa bahan untuk posting saya selanjutnya.
Tinggal tunggu tanggal mainnya, karena saya belum memutuskan untuk membawa blog ini ke arah formal, nonformal, atau informal.
Sebelumnya terimakasih kepada pihak yg membantu (mungkin ga byk krn saya bikinnya ga bikin konferensi pers terlebih dahulu) :
- ALLAH SWT.
- orangtua saya atas keputusan berlangganan Speedy =)
- hati nurani saya yang memohon untuk mempercepat pembuatan blog ini.
- kak deni yg bantuin cari kebenaran atas nama blog ini [tapi ujung2nya saya tetap pd pendirian], kak fajar dan ivad yg bantuin ngasi perbedaan blogspot & wordpress.
- para calon pembaca setia blog saya XD
Udah ah udaaaah.
Iya iya, saya tau kalian bosan dengan celotehan tidak berarti saya ini. Maaf yah. Kebiasaan.
Sgala yang (diharapkan) baik musti diawali dengan yang baik pula :
"Bismillahirrahmaanirrahiim"
...dengan ini saya resmikan blog saya!
[Selengkapnya...]